Tuesday, September 8, 2009


TUR 9. KINTAMANI, SUKAWATI, UBUD, TANAH LOT DINNER
Jemputan : 08.30 Wita (+ 13 Jam)
VIP Class : Rp. 375.000,-/orang
Silver Class : Rp. 500.000,-/mobil (Max. 5pax)

Tohpati : Kerajinan Batik
Batubulan : Tarian Barong dan Keris
Gianyar : Pasar Seni Sukawati / Guwang
Celuk : Kerajinan Emas dan Perak
Mas : Kerajinan Patung Kayu
Tampaksiring : Pura beserta air sucinya
Kintamani : Makan siang di restaurant
Ubud : Puri Saren, pasar Ubud
Mengwi : Pura Taman Ayun
Alas Kedaton : Hutan Kera dan Kelelawar
Tanah Lot : Sunset yang indah
Dinner : Masakan Indonesia dengan Tarian Bali Atao Sea food BBQ di Jimbaran

TUR 10. NUSA DUA, GWK, ULUWATU, KECAK DINNER TOUR
Jemputan : 12.30 Wita (+ 10 Jam)
VIP Class : Rp. 225.000,-/orang
Silver Class : Rp. 300.000,-/mobil (Max. 5pax)

Nusa Dua : Tanjung Benoa (permainan air dan Pulau penyu)
GWK : Patung Garuda Wisnu Kencana
Uluwatu : Pura diatas bukit (sambil melihat sunset dan nonton kecak)
Jimbaran : Makan malam dengan sea food (ikan laut segar)

TUR 11. KINTAMANI, SUKAWATI, BESAKIH, KECAK DINNER
Jemputan : 08.30 Wita (+ 13 Jam)
VIP Class : Rp. 250.000,-/orang
SiIverClass : Rp. 450.000,-/mobil (Max. 5pax)

Tohpati : Kerajinan Batik
Batubulan : Tarian Barong dan Keris
Celuk : Kerajinan Emas dan Perak
Pasar Seni : Sukawati / Guwang
Tampaksiring : Pura beserta air sucinya
Kintamani : Makan siang di restauran Kintamani
Besakih : Pura terbesar di Bali
Bukit Jambul : Pemandangan Laut India
Batubulan : Tarian kecak dan api
Dinner : Masakan Indonesia dengan Tarian Bali Atao/ikan bakar di Jimbaran


TUR 2A. ARUNG JERAM (RAFTING included makan siang)
Jemputan : Pagi jam 08.00 Wita, Siang jam 12.00 Wita
TRIP Class : Rp. 320.000,-/pax

Menelusuri sungai selama 2jam dengan medan yang menantang dan suasana pedasaan yang indah.
Termasuk : peralatan rafting, asuransi, guide rafting, makan siang, dan antar jemput dari dan ke hotel Free



HISTORY OF BALI

Sejarah Pariwisata Bali
Kalau pada zaman Romawi orang melakukan perjalanan wisata karena kebutuhan praktis, dambaan ingin tahu dan dorongan keagamaan, maka pada zaman Hindu di Nusantara / Indonesia khususnya di Bali telah terjadi pula perjalanan wisata karena dorongan keagamaan.

Perjalanan Rsi Markandiya sekitar abad 8 dari Jawa ke Bali, telah melakukan perjalanan wisata dengan membawa misi-misi keagaman. Demikian pula Empu Kuturan yang mengembangkan konsep Tri Sakti di Bali datang sekitar abad 11 kemudian Dang Hyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rawuh) pada abad ke 16 datang ke Bali sebagai misi keagamaan dengan titik berat pada konsep Upacara.

Perjalanan wisata internasional di Bali telah dimulai pada permulaan abad 20 dimana sebelumnya bahwa Bali diketemukan oleh orang Belanda tahun 1579 yaitu oleh ekspedisi (Cornellis de Houtman) dalam perjalanannya mengelilingi dunia untuk mencari rempah-rempah lalu sampai di Indonesia.

Dari Pulau Jawa misi tersebut berlayar menuju ke Timur dan dari kejauhan terlihatlah sebuah pulau yang merimbun. Dikiranya pulau tersebut menghasilkan rempah-rempah. Setelah mereka mendarat, mereka tidak menemukan rempah-rempah.

Hanya sebuah kehidupan dengan kebudayaannya yang menurut pandangan mereka sangat unik, tidak pernah dijumpai di tempat lain yang dikunjungi selama mereka mengelilingi dunia, alamnya sangat indah dan mempunyai magnet/daya tarik tersendiri. Pulau ini oleh penduduknya dinamakan Bali. Inilah yang mereka laporkan kepada Raja Belanda pada waktu itu.

Kemudian pada tahun 1920 mulailah wisatawan dari Eropa datang ke Bali. Hal ini terjadi berkat dari kapal-kapal dagang Belanda yaitu KPM (Koninklijke Paketcart Maatsckapy) yang dalam usahanya mencari rempah-rempah ke Indonesia dan juga agar kapal-kapal tersebut mendapat penumpang dalam perjalanannya ke Indonesia lalu mereka memperkenalkan Bali di Eropa sebagai (the Island of God).

Dari para wisatawan Eropa yang mengunjungi Bali terdapat pula para seniman, baik seniman sastra, seniman lukis maupun seniman tari. Dalam kunjungan berikutnya banyak para seniman tersebut yang menulis tentang Bali seperti :

Seniman Sastra

Dr Gregor Krause adalah orang Jerman yang dikirim ke Wetherisnds East Idies (Indonesia) bertugas di Bali pada tahun 1921 yang ditugaskan untuk membuat tulisan-tulisan dan foto-foto mengenai tata kehidupan masyarakat Bali. Bukunya telah menyebar ke seluruh Dunia pada tahun 1920 yang bersangkutan tinggal di Bangli.
Miguel Covarrubias dengan bukunya the Island of Bali tahun 1930
Magaret Mead
Collin Mc Phee
Jone Bello
Mrs Menc (Ni Ketut Tantri) dengan bukunya Revolt In Paradise
Roelof Goris dengan bukunya Prasasti Bali menetap di Bali tahun 1928
Lovis Conperus (1863-1923) dengan bukunya Easwords (Melawat ke Timur) memuji tentang Bali terutama Kintamani.
Seniman Lukis

R. Bonet mendirikan museum Ratna Warta
Walter Spies bersama Tjokorde mendirikan yayasan Pita Maha. Disamping dikenal sebagai pelukis ia juga mengarang buku dengan judul Dance dan Drama in Bali. Pertama kali ke Bali tahun 1925.
Arie Smith yang membentuk aliran young artist
Le Mayeur orang Belgia mengambil istri di Bali tinggal di Sanur tahun 1930 dengan Museum Le Mayeur di Bali 5. Mario Blanco orang Spanyol juga seorang pelukis beristrikan orang Bali dan menetap di Ubud.
Dan banyak lagi seniman baik asing maupun Nusantara disamping menetap, mengambil obyek baik lukisan maupun tulisan mengenai Bali. Dan tulisan-tulisan mengenai Bali mulai tahun 1920 sudah menyebar keseluruh Eropa dan Amerika.

Para Wisatawan asing yang sudah pernah ke Bali lalu menceritakan pengalaman kunjungannya selama di Bali kepada teman-temannya. Penyebaran informasi mengenai Bali baik karena tulisan-tulisan tentang Bali maupun cerita dari mulut ke mulut menyebabkan Bali dikenal di manca negara. Bahkan sampai saat ini nama Bali masih lebih dikenal umum dibandingkan dengan nama Indonesia di mancanegara.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penyebaran informasi mengenai daerah tujuan wisata (DTW). Bali selalu mengutamakan nama Indonesia, baik itu penyebaran informasi melalui brosur-brosur maupun pada pameran-pameran yang diadakan di negara asing. Sehingga dengan demikian diharapkan nama Indonesia lebih dikenal dan dipahami bahwa Bali adalah salah satu propinsi yang ada di Indonesia dan merupakan bagian dari Indonesia, bukan sebaliknya.

Untuk menampung kedatangan wisatawan asing ke Bali maka pada tahun 1930 didirikanlah hotel yang pertama di Bali yaitu Bali Hotel yang terletak di jantung kota Denpasar, disamping itu juga ada sebuah pesanggrahan yang terletak di kawasan wisata Kintamani.

Pesanggrahan sangat strategis untuk dapat melihat pemandangan alam Kintamani yang unik dan mempunyai daya tarik tersendiri di mata wisatawan, bahkan pesanggrahan tersebut sangat strategis untuk menyaksikan saat Gunung Batur meletus maupun mengeluarkan asap.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, saat Gunung Batur meletus banyak roh-roh halus menyebar di sekitar Kintamani, karena itu masyarakat setempat membuat upacara agar ketentraman Desa terpelihara.

Pada saat Gunung Batur meletus pada tahun1994 yang lalu kawasan Kintamani makin banyak dikunjungi wisatawan

Sewa Mobil

CHARTER MOBIL MURAH DI BALI
08 jam Rp. 355.000,-/mobil max 5pax
10 jam Rp. 450.000,-/mobil
13 jam Rp. 500.000,-/mobil
Extra Rp. 25.000,-/ jam

TYPE MOBIL:
L300, Kijang, Mazda E2000,
Xenia, Sedan, Avanza, dan APV

CHARTER KENDARAAN LAINNYA
Kijang Capsule LGX Rp 400.000/mobil
Kijang Innova Rp 500.000/mobil
KIA Pregio Rp 600.000/mobil
Isuzu ELF Rp 650.000/mobil
Bus seat 25 Rp 800.000/mobil
Volvo Rp 1.000.000/mobil
BMW Rp 1.000.000/mobil
KIA Carnival Rp 1.200.000/mobil
Mercy New Eyes Rp 1.200.000/mobil
Toyota Alphard Rp 1.200.000/mobil
Toyota Landcruiser Rp 1.500.000/mobil
Harley Davidson + Joki Rp1.500.000/motor
Helikopter + Pilot (max 3pax) Rp 15.000.000/jam


Harga termasuk:
Mobil AC + Sopir + BBM + Sarong + Mineral Water
Office jln pasekan batu bulan bali |reservatino :eamil andhikaputrap@yahoo.co.id |Tlp (0361-7496164 /08179748428 |